Hari ini aku bangun tepat jam 11 siang, sebenarnya siy mataku masi ngantuk banget, tp entah kenapa badanku seperti memaksaku untuk segera beranjak dari tempat tidurku. Seperti biasa, kegiatan dirumah seperti hari2 sebelumnya. Nanda yg sedang menyetrika pakaian dan Sheila yang selalu heboh dengan band favoritnya "Nidji". Aku ga begitu perduli dengan apa yg mereka lakukan, kakiku langsung melangkah menuju tempat jemuran belakang rumah tempat dimana pakaian yang telah dicuci dan handuk mandiku dijemur, kuraih handukku tanpa ku menolehkan mata sambil langsung kembali kedalam dan menuju kamar mandi, dan ku rasa saat ini lah kepalaku berhenti berpikir.
Sudah beberapa hari ini aku merasa tak bersemangat, entah karena jadwal tamu bulanan ku yg datang lebih cepat dari biasanya, atau.. entahlah. Otak ku berpikir tanpa aku tau apa yg sedang aku pikirkan. Keningku sering kali mengernyit tanpa aku sadari apa sebenarnya yang sedang mengisi ruang dikepalaku. Aku seperti kacau, merasa isi kepalaku penuh dan akan segera meledak. Aku kenapa? Itu yang tak henti2nya ku tanyakan pada diriku sendiri sejak 3 hari lalu. Aku marah, tp ku tak tau apa sebenarnya pemicu amarahku. Aku lelah, namun ku tak tau hal berat apa yg sudah ku lakukan sehingga menguras pikiranku, perasaanku, jiwaku, bahkan tenagaku.
Apakah benar aku egois? Apakah benar aku keras kepala? Apakah benar aku tidak bersyukur? Apakah benar aku sering lupa? Atau apakah benar aku memang tidak memperdulikan apapun didunia ini selain diriku? Untuk setiap pertanyaan itu, tidak ada satupun yang ku tau jawabnya. Walopun tulisan ini makin ngaco dan ga jelas, namun ada hikmah yang aku dapat hari ini, mending aku udahin aja deh, dari pada yg baca malah jadi makin bingung, hahaha...
"Saat ku memohon kekuatan, Allah memberikan kesulitan agar ku menjadi kuat. Saat ku memohon kebijaksanaan, Allah memberi masalah untuk ku pecahkan. Saat ku memohon kesejahteraan, Allah memberiku akal untuk berpikir. Saat ku memohon keberanian, Allah memberi kondisi bahaya untuk ku atasi. Saat ku memohon sebuah cinta, Allah memberiku orang2 bermasalah untuk ku tolong. Saat ku memohon bantuan, Allah justru memberiku kesempatan. Ku tak pernah menerima apa yang ku pinta, tapi ku menerima segala yang ku butuhkan. Doa ku terjawab sudah.."
Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts
October 16, 2008
June 03, 2008
Dalam kebesaran-Mu
Entah karena aku mulai bosan dirumah, atau karena tidak sanggup berfikir lagi, akhirnya aku mengiyakan ajakan teman ku untuk menemaninya ke salah satu rumah makan terkenal dan terenak yang juga merupakan salah satu restoran kelas atas tanpa tau apa tujuannya mengajakku kesana, dan aku pun tak ingin ambil pusing. Hal itu tidak aku tanyakan, sampai akhirnya aku tau ternyata dia memesan sekian banyak nasi kotak untuk disumbangkan pada anak-anak yatim di salah satu panti asuhan dikota ku. Aku mulai berpikir dalam hati, betapa mulianya teman ku ini.
Dalam perjalanan aku tertegun, mendengar apa yang diucapkan oleh teman ku itu. Rasanya lidahku seperti kaku, aku seperti dibius. Tak sepatah katapun mampu keluar dari mulutku untuk menggambarkan apa yang aku rasa saat itu. Tiba-tiba aku merasa sangat kecil, sangat tidak berarti dan sangat tidak mensyukuri apa yang telah aku dapat selama ini. Setitik penyesalan langsung mengisi ruang kosong di kepalaku. Teringat akan sekian banyak kesalahan yang seperti ikut mengacau disana. Dan tanpa aku sadari ternyata pelupuk mata ku sudah dipenuhi dengan air yang serta-merta akan segera mengalir indah di pipiku.
Ya, aku menangis. Dan aku semakin tak sanggup menahan sesaknya dadaku. Aku menumpahkan semuanya. Masih tak ada satu katapun yang mampu ku ucapkan saat itu. Aku hanya diam dan menangis. Aku mulai berpikir, betapa Engkau Maha Adil ya Allah, kaw memberikan kasih sayang-Mu kepada seluruh umat di dunia. Kau menciptakan mereka yang kuat untuk melindungi saudaranya yang lemah, Kau menciptakan mereka yang tangguh untuk saudaranya yang rapuh, Kau menciptakan semuanya untuk saling menyayangi dimuka bumi-MU ini ya Allah.
Hal itu terlihat dari apa yang telah dilakukan teman ku untuk menyantuni dan menyayangi anak-anak yatim dihari Ulang Tahun nya. Aku dapat melihat, dia begitu bersyukur masi diberikan kesempatan untuk berbenah diri, memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menjadi lebih baik untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya, walopun sebenarnya dia menyimpan kesedihan yang besar didalam hatinya. Layaknya orang yang telah ditinggalkan oleh kedua orang tua nya, saudara dan sanak famili. Dia sangat terpukul namun begitu tabah, mencoba untuk tetap kuat, berdiri dan tak berniat untuk menyerah meski sebatangkara.
Sungguh jauh berbeda jika dibanding aku. Aku masih mempunyai keluarga utuh, aku masih punya Papa, Mama, Abangku, serta 2 orang Adikku. Namun aku sering lupa akan nikmat yang telah Kau berikan, aku sering lupa bahwa dengan mudah Kau dapat mengambil kembali semuanya, aku sering lupa bahwa manusia hidup didunia hanya untuk menyembah-Mu, bersyukur pada-Mu, serta memohon ridha dan rahmat-Mu.
Kini ku bersujud, memohon ampun pada-Mu.., karena mungkin aku tak akan sanggup bila Kau merenggut semuanya dariku ya Allah...
Dalam perjalanan aku tertegun, mendengar apa yang diucapkan oleh teman ku itu. Rasanya lidahku seperti kaku, aku seperti dibius. Tak sepatah katapun mampu keluar dari mulutku untuk menggambarkan apa yang aku rasa saat itu. Tiba-tiba aku merasa sangat kecil, sangat tidak berarti dan sangat tidak mensyukuri apa yang telah aku dapat selama ini. Setitik penyesalan langsung mengisi ruang kosong di kepalaku. Teringat akan sekian banyak kesalahan yang seperti ikut mengacau disana. Dan tanpa aku sadari ternyata pelupuk mata ku sudah dipenuhi dengan air yang serta-merta akan segera mengalir indah di pipiku.
Ya, aku menangis. Dan aku semakin tak sanggup menahan sesaknya dadaku. Aku menumpahkan semuanya. Masih tak ada satu katapun yang mampu ku ucapkan saat itu. Aku hanya diam dan menangis. Aku mulai berpikir, betapa Engkau Maha Adil ya Allah, kaw memberikan kasih sayang-Mu kepada seluruh umat di dunia. Kau menciptakan mereka yang kuat untuk melindungi saudaranya yang lemah, Kau menciptakan mereka yang tangguh untuk saudaranya yang rapuh, Kau menciptakan semuanya untuk saling menyayangi dimuka bumi-MU ini ya Allah.
Hal itu terlihat dari apa yang telah dilakukan teman ku untuk menyantuni dan menyayangi anak-anak yatim dihari Ulang Tahun nya. Aku dapat melihat, dia begitu bersyukur masi diberikan kesempatan untuk berbenah diri, memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menjadi lebih baik untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya, walopun sebenarnya dia menyimpan kesedihan yang besar didalam hatinya. Layaknya orang yang telah ditinggalkan oleh kedua orang tua nya, saudara dan sanak famili. Dia sangat terpukul namun begitu tabah, mencoba untuk tetap kuat, berdiri dan tak berniat untuk menyerah meski sebatangkara.
Sungguh jauh berbeda jika dibanding aku. Aku masih mempunyai keluarga utuh, aku masih punya Papa, Mama, Abangku, serta 2 orang Adikku. Namun aku sering lupa akan nikmat yang telah Kau berikan, aku sering lupa bahwa dengan mudah Kau dapat mengambil kembali semuanya, aku sering lupa bahwa manusia hidup didunia hanya untuk menyembah-Mu, bersyukur pada-Mu, serta memohon ridha dan rahmat-Mu.
Kini ku bersujud, memohon ampun pada-Mu.., karena mungkin aku tak akan sanggup bila Kau merenggut semuanya dariku ya Allah...
Subscribe to:
Posts (Atom)