June 26, 2008
Stay in Korea? Interesting...
Foreigners who want to work in Korea must have a visa that entitles them to the employment activities, and work only in the place of work reported to and designated by a local or district Immigration office, in advance.
See also Short term stay and Long term stay here
June 16, 2008
Insomnia kah anda?
Anda mungkin memiliki masalah tidur jika beberapa dari hal-hal berikut terjadi pada anda:
• Anda merasa lelah dan tertekan pada waktu pagi hari atau malam hari.
• Anda memiliki lingkaran gelap dan membengkak di sekitar mata anda.
• Anda jatuh tertidur di pesta atau setelah makan malam di rumah orang.
• Anda kurang aktif dan memiliki sedikit hubungan sosial.
• Anda merasa seperti kehilangan fokus perhatian yang membuat anda tidak dapat merespon rangsangan dari luar dan membuat anda sensitif terhadap hal lainnya.
• Anda sangat sensitif terhadap rangsangan internal seperti sakit perut (maag) atau kejang-kejang.
• Anda sering tidak dapat tidur, tidur tidak nyenyak ataupun bangun terlalu dini.
• Anda takut menghadapi malam hari karena anda susah tidur.
• Anda mudah tersinggung atas hal-hal yang tidak penting.
• Anda mengkonsumsi obat-obat tidur dalam beberapa bulan terakhir.
• Anda sering menggunakan rokok, alkohol atau obat-obatan untuk menenangkan diri dan membantu anda untuk tidur.
• Anda kecanduan obat-obatan, terutama yang mengandung zat penenang.
Jika ada salah satu dari sejumlah daftar tersebut terjadi pada anda, maka dapat dipastikan anda telah mengalami masalah dalam tidur. Beberapa masalah tidur antara lain: insomnia, narcolepsy, hypersomnia, dan apnea. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai masalah-masalah dalam tidur, ada baiknya kita memahami apa sebenarnya tidur itu.
Pembentukan Sel
Tidur adalah proses yang amat diperlukan oleh manusia untuk terjadinya pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak (natural healing mechanism), memberi waktu organ tubuh untuk beristirahat maupun untuk menjaga keseimbangan metabolisma dan biokimiawi tubuh. Hal penting yang terjadi pada saat kita tidur adalah menurunnya frekuensi gelombang otak. Hal ini pernah kita bahas dalam edisi Mandiri sebelumnya mengenai bagaimana kita mengoptimalkan kekuatan pikiran bawah sadar. Untuk pembaca yang tertarik lebih lanjut mengenai hal ini dapat membaca buku SELF MANAGEMENT karangan Aribowo Prijosaksono dan Marlan Mardianto.
Jadi dengan memahami proses penurunan frekuensi gelombang otak, kita dapat melihat bahwa tidur memiliki beberapa tahapan, mulai dari kondisi relaksasi (gelombang alpha), tidur dengan mimpi (adanya REM – Rapid Eye Movement) atau dalam kondisi kreatif yaitu gelombang theta, dan tidur lelap tanpa mimpi pada frekuensi gelombang delta.
Jika kita dapat mengatur frekuensi gelombang otak kita sampai pada taraf gelombang delta, kita tidak memerlukan waktu tidur yang panjang, tetapi tidur yang berkualitas yaitu lelap tanpa mimpi. Jika kita sering berada dalam kondisi relaksasi, maka kita tidak memerlukan banyak tidur. Ketegangan dan stress membuat kita membutuhkan banyak tidur, namun justru dalam kondisi tersebut kita menjadi susah tidur. Teknik relaksasi atau bagaimana menurunkan frekuensi gelombang otak pernah dibahas dalam rubrik ini atau anda dapat membaca pada buku-buku self management karangan kami.
Berikut adalah sejumlah kekeliruan pandangan tentang tidur:
• Kita membutuhkan sedikitnya delapan jam tidur setiap malam.
• Setiap jumlah jam tidur yang terlewat harus digantikan agar kita dapat kembali ke kondisi normal.
• Obat tidur dapat membantu kita untuk tidur.
• Minum minuman beralkohol sebelum istirahat dapat membantu kita untuk tidur.
• Jika kita tidak bisa tidur, atau kita berbicara ataupun berjalan ketika tidur berarti kita memiliki masalah tidur yang cukup serius.
• Jika kita tidur, kita selalu bermimpi atau selalu tidur nyenyak.
• Jika kita susah tidur, tetap berbaring di tempat tidur sampai kita tertidur.
• Beberapa orang tidur tanpa bergerak sepanjang malam.
• Orang yang tidur siang adalah orang yang malas.
• Masalah tidur akan hilang dengan sendirinya jika kita mengabaikannya.
• Masalah tidur bukan masalah serius.
Berikut adalah penjelasan berbagai jenis masalah tidur. Masing-masing masalah ini berbeda cara penanganannya. Kadang-kadang beberapa masalah memerlukan campur tangan dokter ahli jiwa (psikiater).
Insomnia
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur. Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini. Dalam penelitian dilaporkan bahwa di Amerika Serikat sekitar 15 persen dari total populasi mengalami gangguan insomnia yang cukup serius.
Gangguan tidur insomnia merupakan gangguan yang belum serius jika anda alami kurang dari sepuluh hari. Untuk mengatasi gangguan ini kita dapat menggunakan teknik-teknik relaksasi dan pemrograman bawah sadar. Yang penting kita harus dapat menjaga keseimbangan frekuensi gelombang otak agar sesering mungkin berada dalam kondisi relaks dan meditatif sehingga ketika kita harus tidur kita tidak mengalami kesulitan untuk menurunkan gelombang otak ke frekuensi delta.
Narcolepsy
Narcolepsy adalah gangguan tidur yang diakibatkan oleh gangguan psikologis dan hanya bisa disembuhkan melalui bantuan pengobatan dari seorang dokter ahli jiwa. Penyakit ini berbeda dengan insomnia yang terjadi secara terus menerus. Justru penderita narcolepsy ini terkena serangan secara mendadak pada saat yang tidak tepat, seperti sedang memimpin rapat – biasanya terjadi serangan pada kondisi emosi yang tegang seperti: marah, takut atau jatuh cinta. Serangan narcolepsy dapat melumpuhkan seseorang dalam beberapa menit ketika dia masih sadar dan secara tiba-tiba membawanya ke alam mimpi.
Hypersomnia
Gangguan ini adalah kebalikan dari insomnia. Seringkali penderita dianggap memiliki gangguan jiwa atau malas. Para penderita hypersomnia membutuhkan waktu tidur yang sangat banyak dari ukuran normal. Meskipun penderita tidur melebihi ukuran normal, namun mereka selalu merasa letih dan lesu sepanjang hari. Namun gangguan ini tidaklah terlalu serius dan dapat diatasi sendiri oleh penderita dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen diri.
Apnea
Apnea merupakan salah satu gangguan tidur yang cukup serius. Lebih dari 5 juta penduduk Amerika Serikat mengalami gangguan ini. Faktor risiko terkena gangguan ini antara lain: kelebihan berat badan (overweight), usia paruh baya terutama pada wanita, atau usia lanjut (lansia) yang pernah mengalami ketergantungan obat. Apnea adalah penyakit yang disebut juga ”to fall asleep at the wheel” karena sering dialami ketika penderita sedang mengemudikan mobil. Apnea terjadi karena fluktuasi atau irama yang tidak teratur dari denyut jantung dan tekanan darah. Ketika terserang, penderita seketika merasa mengantuk dan jatuh tertidur. Penderita apnea mengalami kesulitan bernafas bahkan berhenti bernafas pada saat tidur ketika terserang gangguan ini (dalam bahasa Jawa disebut ”tindihan”). Fluktuasi denyut jantung dan tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kematian seketika pada penderita.
Perilaku Menyimpang
Gangguan tidur lainnya seperti berbicara atau berjalan dalam keadaaan tidur, ataupun menggertakkan gigi merupakan gangguan tidur yang tidak berbahaya. Namun berbahaya jika berjalan dalam tidur menemui obyek yang berbahaya (benda tajam, api, dll) atau terjatuh. Gangguan berbicara dalam tidur hanya akan mengganggu teman sekamarnya. Sedangkan menggertak gigi dapat merusak email gigi. Penyakit menggertak gigi ini disebut dengan bruxism.
Dengan mengetahui dan memahami berbagai jenis gangguan atau penyakit tidur kita dapat mengambil langkah yang diperlukan. Sepanjang masih bisa diatasi sendiri dengan teknik-teknik manajemen diri (relaksasi dan pemrograman bawah sadar, meditasi, dan pola hidup yang sehat dan seimbang), maka kita sebenarnya dapat menjadi bagian dari solusi masalah yang kita hadapi. Untuk gangguan atau penyakit yang serius seperti narcolepsy maupun apnea, kita harus berkonsultasi dengan dokter ahli, karena mengabaikan gangguan tersebut dapat berakibat fatal (mematikan) bagi penderita..
Untuk informasi lebih detail tentang insomnia anda dapat klik disini, disini, disini, dan disini.
Maka, insomnia kah anda?
June 12, 2008
Euro 2008 Schedule
June 11, 2008
Watermelon
No other fruit says summer like the subtly crunchy, thirst quenching watermelon. Although watermelons can now be found in the markets throughout the year, the season for watermelon is in the summer when they are sweet and of the best quality.
As a member of the Cucurbitaceae family, the watermelon is related to the cantaloupe, squash and pumpkin, other plants that also grow on vines on the ground. Watermelons can be round, oblong or spherical in shape and feature thick green rinds that are often spotted or striped. They range in size from a few pounds to upward of ninety pounds.This chart graphically details the %DV that a serving of Watermelon provides for each of the nutrients of which it is a good, very good, or excellent source according to our Food Rating System. Additional information about the amount of these nutrients provided by Watermelon can be found in the Food Rating System Chart. A link that takes you to the In-Depth Nutritional Profile for Watermelon, featuring information over 80 nutrients, can be found under the Food Rating System Chart.
- Health Benefits
- Description
- History
- How to Select and Store
- How to Enjoy
- Safety
- Nutritional Profile
- References
Watermelon is not only great on a hot summer day, this delectable thirst-quencher may also help quench the inflammation that contributes to conditions like asthma, atherosclerosis, diabetes, colon cancer, and arthritis.
Concentrated in Powerful Antioxidants
Sweet, juicy watermelon is actually packed with some of the most important antioxidants in nature. Watermelon is an excellent source of vitamin C and a very good source of vitamin A, notably through its concentration of beta-carotene. Pink watermelon is also a source of the potent carotenoid antioxidant, lycopene. These powerful antioxidants travel through the body neutralizing free radicals. Free radicals are substances in the body that can cause a great deal of damage. They are able to oxidize cholesterol, making it stick to blood vessel walls, where it can lead to heart attack or stroke. They can add to the severity of asthma attacks by causing airways to clamp down and close. They can increase the inflammation that occurs in osteoarthritis and rheumatoid arthritis and cause most of the joint damage that occurs in these conditions, and they can damage cells lining the colon, turning them into cancer cells. Fortunately, vitamin C and beta-carotene are very good at getting rid of these harmful molecules and can therefore prevent the damage they would otherwise cause. As a matter of fact, high intakes of vitamin C and beta-carotene have been shown in a number of scientific studies to reduce the risk of heart disease, reduce the airway spasm that occurs in asthma, reduce the risk of colon cancer, and alleviate some of the symptoms of osteoarthritis and rheumatoid arthritis. A cup of watermelon provides 24.3% of the daily value for vitamin C, and, through its beta-carotene, 11.1% of the DV for vitamin A.
More on Watermelon's Lycopene
Watermelon is also a very concentrated source of the carotenoid, lycopene. Well known for being abundant in tomatoes and particularly well absorbed from cooked tomato products containing a little fat such as olive oil, lycopene is also present in high amounts in watermelon and mangoes. Lycopene has been extensively studied for its antioxidant and cancer-preventing properties. In contrast to many other food phytonutrients, whose effects have only been studied in animals, lycopene has been repeatedly studied in humans and found to be protective against a growing list of cancers. These cancers now include prostate cancer, breast cancer, endometrial cancer, lung cancer and colorectal cancers. A study published in the American Journal of Clinical Nutrition found that in patients with colorectal adenomas, a type of polyp that is the precursor for most colorectal cancers, blood levels of lycopene were 35% lower compared to study subjects with no polyps. Blood levels of beta-carotene also tended to be 25.5% lower, although according to researchers, this difference was not significant. In their final (multiple logistic regression) analysis, only low levels of plasma lycopene (less than 70 microgram per liter) and smoking increased the likelihood of colorectal adenomas, but the increase in risk was quite substantial: low levels of lycopene increased risk by 230% and smoking by 302%. The antioxidant function of lycopene-its ability to help protect cells and other structures in the body from oxygen damage-has been linked in human research to prevention of heart disease. Protection of DNA (our genetic material) inside of white blood cells has also been shown to be an antioxidant role of lycopene.
More about watermelon can you find hereJune 08, 2008
Seoul
The city is located on the basin of the Han River in the country's northwest. The North Korean border is about 50 km to the north.
Seoul first appears in history in 18 BC, when the Baekje kingdom established its capital Wiryeseong in what is now around Songpa-gu, southeastern Seoul. Modern Seoul descends from the Goryeo-era city called Namgyeong, which then became the capital of Korea during the Joseon dynasty.
The Seoul National Capital Area - which includes the major port city of Incheon and many satellite towns in Gyeonggi-do - has almost 23 million inhabitants, making it the second most populous metropolitan area in the world. Almost half of South Korea's population lives in the Seoul National Capital Area, and nearly one quarter in Seoul itself, making it the country's political, cultural, and economic centre. As of 2007, Seoul became the third most expensive city in the world and the most expensive in Asia
In recent years, the metropolitan government has undertaken major environmental projects, including the restoration of Cheonggyecheon.
The city has been known in the past by the successive names Wirye-seong (위례성; 慰禮城, Baekje era), Namgyeong (남경; 南京, Goryeo era), Hanseong (한성; 漢城, Joseon era), and Hanyang (한양; 漢陽). Its current name,Seoul originated from the Korean word "seo'ul" meaning "capital city". It is presumed that the origin of the native word "seo'ul" derives from the native name Seorabeol (서라벌; 徐羅伐), which originally referred to Gyeongju, the capital of Silla.
Unlike most place names in Korea, "Seoul" has no corresponding hanja (Chinese characters used in the Korean language). The Chinese name for Seoul is 首爾 ("Shǒu'ěr" in Chinese pronunciation).
The history of Seoul can be traced back as far as 18 BC, when it was established as a settlement in Baekje. It's believed that the Wiryeseong site is in the boundaries of modern day Seoul. It has thereafter been the capital of the Joseon Dynasty. In the Japanese colonization period in the early 20th century, many historical and traditional parts of Seoul were changed. The city was almost entirely destroyed in the Korean War, but an aggressive economic policy in the 1960s and 1970s helped to rebuild the city very rapidly. In the 1990s, some important historical buildings were restored, including Gyeongbokgung, one of the royal palaces of the Joseon dynasty.
See also about the Geography, Administrative divisions, Demographics, Economy, Financial hub, Shopping, Education, Culture and Transportation of Seoul in here